Imbauan Terkait Update Perkembangan Situasi Politik Dan Keamanan Di Myanmar
message 3 screen_share 994

Setelah pada tanggal 1 Februari 2021 telah diumumkan keadaan darurat di Myanmar selama satu tahun, terdapat beberapa perkembangan antara lain:

  1. MRTV, televisi milik pemerintah Myanmar, memperingatkan akan mengambil 'tindakan' terhadap para pengunjuk rasa yang melanggar hukum. Hal ini disampaikan saat massa menggelar aksi demo besar-besaran untuk menentang kudeta militer;
  2. Pemerintah Myanmar menetapkan berlakunya Martial Law yang melarang masyarakat berkumpul lebih dari 5 (lima) orang dan jam malam pukul 20.00-04.00;
  3. Puluhan ribu orang berunjuk rasa pada akhir pekan dan kembali dilakukan pada hari ini dengan lebih banyak peserta hingga aksi mogok kerja.

Terkait perkembangan situasi politik dan keamanan tersebut, pada 8 Februari 2021, KBRI Yangon mengadakan pertemuan dengan WNI yang ada di Myanmar melalui video conference.

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Duta Besar KBRI Yangon serta dihadiri oleh seluruh Pejabat, Staff KBRI Yangon, dan lebih dari 100 WNI di Myanmar.Sesuai pesan Duta Besar Yangon, kami mengimbau:

  • kepada seluruh warga agar melaporkan keberadaannya kepada KBRI Yangon melalui platform yang sudah disediakan
  • untuk tidak ikut berpartisipasi turun ke jalan bersama massa Myanmar lainnya.
  • membuat klaster pada masing-masing wilayah WNI, dan menunjuk koordinator dari masing-masing klaster tersebut agar memudahkan berkomunikasi dan memberikan informasi terkait perkembangan didaerah masing-masing dengan KBRI Yangon

Perkembangan kebijakan baru akan terus dipantau oleh Safe Travel Kemlu.

Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengimbau Anda yang sedang berada di wilayah Myanmar agar mematuhi kebijakan wilayah setempat dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku demi keselamatan dan kesehatan Anda.Apabila Anda berada dalam keadaan darurat Anda dapat menghubungi nomor hotline KBRI Yangon melalui hotline +95 9503 7055 atau menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel.

Sumber foto: ctvnews.ca

Share on :


Siam Subiaraharja

semoga kembali aman terkendali


prasma prasma

turut prihatin


yudhi tio

turut prihatin