Imbauan Terkait Update Kebijakan Pencegahan Covid-19 di Republik Kyrgyzstann
message 2 screen_share 1119

Pusat Tanggap Darurat Republik Kyrgyzstan telah menetapkan pengaturan prosedur memasuki wilayah Kyrgyzstan melalui jalur darat dan udara.

Prosedur Masuk Republik Kyrgyzstan Melalui Jalur Darat

Prosedur yang berlaku mulai tanggal 14 Januari 2021 adalah sebagai berikut:

  1. Warga negara Kyrgyzstan, warga negara asing dan orang-orang tanpa kewarganegaraan (pelaku perjalanan) yang melintasi perbatasan melalui jalur darat dengan memakai kendaraan bermotor harus menunjukkan hasil negatif tes PCR yang diambil maksimal 72 jam sebelumnya.
  2. Petugas yang berwenang akan memeriksa hasil tes tersebut, melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan disinfeksi terhadap kendaraan kargo.
  3. Jika hasil tes kadaluarsa, maka pelaku perjalanan akan melakukan tes PCR ulang dan wajib mengisi kuesioner.
  4. Jika pelaku perjalanan menunjukkan gejala seperti demam, dan batuk, maka pelaku perjalanan akan menjalani perawatan pada fasilitas kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan wajib mengisi kuesioner.
  5. Pelaku perjalanan dengan gejala tersebut harus menjalani karantina atau observasi sampai tersedia hasil tes PCR.Jika hasil tes negatif, pelaku perjalanan dapat melanjutkan perjalanan. Jika hasil positif, pelaku perjalanan akan menjalani perawatan.
  6. Petugas yang berwenang akan melakukan disinfeksi terhadap kendaraan yang membawa pelaku perjalanan dengan gejala.

Prosedur Masuk Republik Kyrgyzstan Melalui Jalur Udara

Prosedur yang berlaku mulai tanggal 23 Januari 2021 di Bandara Internasional Manas, Osh dan Issyk-Kul adalah sebagai berikut:

  1. Pelaku perjalanan internasional harus menunjukkan menunjukkan hasil negatif tes PCR yang diambil maksimal 72 jam sebelumnya.
  2. Hanya pelaku perjalanan internasional dengan hasil negatif tes PCR yang diambil maksimal 72 jam sebelumnya, yang diperbolehkan untuk menaiki pesawat.
  3. Pelaku perjalanan internasional harus mengisi kuesioner yang dibagikan oleh awak pesawat.
  4. Setibanya di bandara internasional, pelaku perjalanan internasional menunjukkan hasil negatif PCR dan kuesioner kepada petugas.
  5. Pelaku perjalanan internasional diharapkan mematuhi protokol kesehatan seperti pemakaian masker dan penggunaan antiseptik.
  6. Jika hasil tes PCR kadaluarsa, maka pelaku perjalanan internasional harus melaksanakan tes PCR di bandara.
  7. Jika pelaku perjalanan internasional menunjukkan gejala seperti demam, dan batuk, maka pelaku perjalanan akan menjalani perawatan pada fasilitas kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan

Pusat Tanggap Darurat Republik Kyrgyzstan juga telah mengatur kategori pelaku perjalanan yang tidak memerlukan hasil tes PCR, yakni:

  1. Tentara militer asing dan anggota keluarga yang melintasi wilayah Kyrgyzstan melalui jalur darat untuk menuju daerah kantong Sokh, Shakhimardan, Tash-Dobo dan Chon-Kara.
  2. Pegawai perwakilan diplomatik dan perwakilan konsuler asing di Republik Kyrgyzstan.
  3. Pegawai organisasi internasional dan perwakilan organisasi internasional yang berlokasi di Republik Kyrgyzstan dan keluarga, melalui notifikasi awal kepada Kementerian Luar Negeri Republik Kyrgyzstan.
  4. Anggota delegasi pemerintah dan organisasi internasional yang diundang oleh Kementerian Luar Negeri Republik Kyrgyzstan atau instansi pemerintah lainnya.
  5. Kru pesawat dan anak-anak maksimal berusia 7 tahun, yang ditemani oleh orang tua atau wali sah.
  6. Supir yang membawa kendaraan pembawa kargo internasional dan transportasi internasional regular.
  7. Pengamat internasional untuk pemilihan umum.

Sehubungan dengan hal tersebut kami menghimbau anda untuk menunda perjalanan ke Republik Kyrgyzstan apabila tidak mendesak.

Bagi anda yang telah berada di Republik Kyrgyzstan agar selalu mengikuti imbauan dari otoritas setempat dan Perwakilan RI serta meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan penularan COVID-19.

Apabila Anda dalam keadaan darurat, hubungi hotline KBRI Tashkent di nomor +998 909648480 atau anda dapat menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel.Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Kyrgyzstan.

Share on :


prasma prasma

Terima kasih infonya


yudhi tio

terima kasih infonya