Austria Menerapkan Lockdown Penuh Karena Peningkatan Angka Persebaran Covid-19
message 2 screen_share 618

Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian Austria pada dini hari tanggal 19 November 2021 telah menyepakati untuk melakukan Lockdown Penuh diberlakukan untuk seluruh Austria. Keputusan tersebut diumumkan melalui konperensi pers yang disampaikan oleh Kanselir Austria didampingi Menteri Kesehatan, Walikota Wina, dan Gubernur Negara Bagian Tirol.

Terjadi demo besar menentang kebijakan Corona Pemerintah Austria akan diselenggarakan pada akhir minggu ini di Kota Wina yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 10.000 peserta. Para WNI di Austria diimbau untuk mentaati protokol kesehatan dan menghindari kerumunan demo tersebut.  

Pada tanggal 19 November 2021 pukul 10.15 waktu setempat, Kanselir Austria didampingi Menteri Kesehatan, Walikota Wina dan Gubernur Tirol, dalam konferensi pers mengumumkan hasil pembahasan Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian Austria tadi malam dan sepakati 7 poin penting yang didukung oleh tiga partai politik Austria (OVPI SF0, dan Partai Hijau) sebagai berikut:

a. Diputuskan “Lockdown Penuh”: mulai 22 November hingga 12 Desember untuk seluruh warga Austria, balk yang sudah divaksin atau belum divaksin. Kebijakan ini akan ditinjau kembali setelah hari ke-10 dan rencananya mulai tanggal 13 Desember Lockdown Penuh akan berakhir dan kembali diberlakukan lockdown terbatas untuk warga yang belum di vaksin. Pengecualian dan Lockdown Penuh antara lain sebagai berikut:
• Pencegahan bahaya langsung terhadap nyawa, anggota tubuh dan harta benda;
• Perawatan dan bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dukungan serta pelaksanaan hak-hak keluarga dan pemenuhan kewajiban keluarga;
• Memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehani-hari termasuk, misalnya, kontak dengan pasangan hidup, kerabat terdekat atau ‘pengasuh penting individu”). Juga diperbolehkan menyediakan kebutuhan dasar hidup sehari-hani, memberikan pelayanan kesehatan, memvaksinasi COVID-19 atau menguji SARS-CoV-2, menjalankan agama atau merawat hewan;
• Tujuan profesional dan pelatihan, jika tidak dapat ditangguhkan;
• Keluar rumah sendirian, dengan orang-orang dan rumah tangga yang sama untuk rekreasi fisik dan mental;
• Untuk pelaksanaan prosesi resmi atau peradilan yang tidak dapat ditunda termasuk partisipasi dalam pertemuan publik dan badan perwakilan umum dan dalam dengar pendapat lisan di pengadilan dan otoritas administratif untuk menghormati prinsip publik;
• Untuk berpartisipasi dalam pemilihan yang diatur oleh undang-undang dan menggunakan instrumen demokrasi angsung yang diatur oleh undang-undang;
• Untuk tujuan memasuki area pelanggan dan suatu bentuk usaha tetap; dan
• Untuk berpartisipasi dalam pertemuan (demo, pemakaman, dll).

b. Sekolah hampir semua ditutup: kecuali yang benar-benar membutuhkan. Masker menjadi wajib untuk digunakan di semua tingkatan pendidikan saat di dalam gedung. Namun demikian, anak-anak diperbolehkan untuk menetap di rumah tanpa harus menunjukkan sertifikat medis dan dokter. Sekolah diminta untuk tetap memberikan perhatian dan paket pengajaran untuk anak-anak
tersebut.

c. Meningkatkan upaya vaksinasi: Pemerintah Austria akan meningkatkan pelaksanaan program vaksinasi nasional secara masif melalui berbagai cara antara lain sebagai benikut:
• Dosis ketiga direkomendasikan untuk vaksin vektor (AstraZeneca, Johnson &Johnson) mulai bulan keempat;
• Dosis ketiga untuk vaksin mRNA (Pfizer, Moderna) dimungkinkan mulai bulan keempat; dan
• Perpendekan Green Pass menjadi tujuh bulan paling lambat 1 Februari 2022. Agar tetap berlaku, suntikan ketiga (booster) harus dilakukan.

Pengawasan Ketat dari Kepolisian: Pemerintah menugaskan Polisi untuk melakukan pengawasan dan kontrol ketat terhadap kebijakan Lockdown Penuh ini. Beberapa ketentuan denda yang akan diberlakukan adalah sebagai berikut:

- Penolakan kontrol 2G: penalti € 1.450
- Pelanggaran jam malam: penalti € 1.450
- Pelanggaran aturan 2G: penalti € 1.450 (sebagai pelanggan)
- Pelanggaran aturan 2G: € 3.600 (sebagai operator) '
- Pelanggaran aturan 3G di tempat kerja: € 500 (sebagai karyawan)
- Pelanggaran aturan 3G di tempat kerja: € 3.600 (sebagai pemberi kerja)

e. Pemberlakuan Work From Home (WFH): Pemerintah telah menetapkan seluruh warga untuk melakukan WFH, termasuk pagawai kantor pemerintahan federal dan di kawasan Kota Wina. Keputusan mi wajib dilaksanakan.

f. Penggunaan Masker FFP2 di kantor: Pemerintah mewajibkan penggunaan masker FFP2 di semua tempat tertutup, termasuk kantor-kantor.

g. Mewajibkan Vaksinasi: Paling cepat mulai tanggal 1 Februari 2022, Pemerintah mewajibkan vaksinasi penuh bagi seluruh warga Austria. Saat ini undang-undangnya sedang dipersiapkan secara konstitusional untuk menjadi rujukan pelaksanaan di lapangan.

KBRI/PTRI Wina juga mengeluarkan edaran Lockdown Austria yang berisi poin berikut:

Sehubungan dengan diumumkannya kebijakan Lockdown Menyeluruh selama tanggal 22 November hingga 12 Desember 2021, bersama ini KBRI / PTRI Wina menghimbau WNI yang menetap di Austria agar dapat mematuhi ketentuan yang telah diumumkan oleh Pemerintah Federal maupun ketentuan lainnya oleh pemerintah setempat.

Beberapa peraturan Pemerintah Austria yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain sebagai
berikut:

1. Membatasi keluar dari kediaman kecuali dalam kondisi yang sangat penting, seperti memenuhi kebutuhan dasar hidup, ke pekerjaan yang tidak dapat ditunda (essential), mengikuti proses hukum yang tidak dapat ditunda, kebutuhan olah raga untuk kesehatan fisik dan mental pribadi, atau menjalani hak politik sesuai undang-undang setempat.

2. Sekolah anak-anak masih dibuka, tapi tidak wajib dihadiri dan akan diberikan opsi pelajaran secara daring. Kiranya dapat berkoordinasi dengan sekolah masing-masing untuk pelaksanaannya.

3. Himbauan untuk melakukan suntikan vaksinasi booster sesuai ketentuan pemerintah setempat bagi WNI yang telah menerima vaksinasi penuh setidaknya empat bulan sebelumnya.

4. Adanya pengawasan ketat dari Kepolisian setempat dan ketentuan denda bagi yang melanggar
ketentuan Lockdown dimaksud, mohon dicek ketentuan wilayah masing-masing.

5. Himbauan Work From Home (WFH) bagi semua instansi kecuali bagi tugas-tugas yang tidak dapat
ditinggalkan sesuai dengan ketentuan masing-masing instansi.

6. Adanya keharusan menggunaan masker FFP2 di ruang tertutup termasuk ruang kantor jika harus
masuk kerja.

WNI yang tinggal dan berpergian di wilayah Austria dihimbau untuk mematuhi kebijakan Pemerintah Austria tersebut. Agar diperhatikan adanya sanksi administratif/denda yang diberlakukan bagi yang tidak mematuhi kebijakan tersebut.

KBRI/PTRI Wina akan terus memantau kondisi dan dinamika kebijakan pemerintah di Austria. Dalam keadaan darurat, Kementerian Luar Negeri RI mengimbau WNI dapat melakukan lapor diri dan menghubungi nomor hotline KBRI/PTRI Wina di nomor (+ 43) 676 340 946.

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka