Terjadi Aksi Kerusuhan di Solomon Islands, WNI Diimbau Hati-Hati, Waspada dan Lapor Diri ke KBRI Port Moresby atau Portal Peduli WNI
message 2 screen_share 513

Terjadi Aksi Kerusuhan di Solomon Islands (Kepulauan Solomon), WNI Diimbau Hati-Hati, Waspada dan Lapor Diri ke KBRI Port Moresby atau Portal Peduli WNI

Pada hari Jumat, 26 Nov 21, aksi kerusuhan masih berlanjut di daerah China Town dan daerah Timur Honiara, Solomon Island (SI), namun tidak separah sebelumnya. Gubernur Jenderal Solomon Islands, Sir David Vunagi, mengumumkan pemberlakuan jam malam di Ibu Kota Honiara dari pukul 19.00 hingga 06.00 waktu setempat, jam malam ini berlaku hingga waktu yang ditentukan kemudian.

Australia mengirimkan tambahan 50 personel Australian Defence Force (ADF) untuk bergabung bersama Australian Federal Police (AFP) yang telah berada di Honiara yang akan berperan sebagai pasukan perdamaian dalam mengontrol kerusuhan di Honiara.

Selain Australia, Papua Nugini (PNG) juga mengirimkan bantuan aparat keamanan sejumlah 35 personel Polisi ke Honiara, tim tersebut dikepalai oleh Komisaris Polisi PNG David Manning .

KBRI Port Moresby terus memantau perkembangan situasi di Honiara dan secara intensif menghubungi Perwakilan WNI di Honiara serta menghimbau kepada para WNI untuk tetap berada di rumah/kediaman masing-masing selama kericuhan masih berlanjut.

Pada hari Kamis sore, 25 November 2021, Perdana Menteri (PM) Solomon Island, Manasseh Sogavare, telah mengadakan konferensi pers yang intinya menyatakan akan menindak tegas provokator dalam aksi kericuhan di Honiara secara hukum. PM Sogavare juga menghimbau warga Honiara untuk tetap tenang di kediaman masing-masing hingga situasi dapat terkendali.

Berdasarkan laporan dari saudara WNI di lapangan, situasi di Honiara berangsur tenang setelah kedatangan aparat keamanan tambahan dari Australia dan PNG.

KBRI Port Moresby melalui bantuan Solomon Islands-Indonesia Friendship Association (SIFA) melakukan pendataan keberadaan WNI, dimana terdapat kurang lebih 130 orang di kota Honiara. Sejauh ini kondisi WNI dalam keadaan sehat dan aman.

Bantuan pengiriman aparat keamanan dari Australia ke SI dimungkinkan dalam kerangka Bilateral Security Treaty 2017 antara Australia dan SI. Perjanjian Bilateral tersebut juga mengizinkan keterlibatan aparat keamanan dari negara ketiga, dalam hal ini Aparat Kepolisian PNG.

Menanggapi kerusuhan yang mentargetkan Pecinan, Juru Bicara Menteri Luar Negeri RRT, Zhao Lijan, menyatakan keprihatinannya dan mengatakan bahwa RRT akan terus memantau dan mendukung upaya SI dalam menghadapi kerusuhan ini.

Berdasarkan pantauan KBRI Port Moresby, belum terdapat laporan korban luka dan jiwa dari masyarakat setempat maupun orang asing dalam kerusuhan tersebut.

Perkembangan selanjutnya akan kami disampaikan oleh KBRI Port Moresby pada kesempatan pertama. Himbauan bagi WNI di Solomon Islands (Kepulauan Solomon) juga telah dikeluarkan oleh KBRI Port Moresby.

Oleh karena perkembangan keamanan tersebut, WNI di Solomon Island dan Papua Nugini diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga kewaspadaan, keamanan pribadi dan mengikuti peraturan Pemerintah Setempat. Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar saudara-saudara WNI melakukan Lapor Diri pada Portal Peduli WNI dan Perwakilan RI terdekat untuk respon cepat pelindungan oleh Perwakilan RI jika diperlukan, yaitu di:

KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA DI PORT MORESBY, PAPUA NUGINI
Alamat: Sir John Giuse Drive Lot 1&2, Section 410, Kiroki Street, Gordons 5, NCD, Port Moresby, Papua New Guinea (P.O.BOX 444 Boroko, NCD)
Telepon: (+675) 325-3116, 325-3544, 325-3435
Email: portmoresby.kbri@kemlu.go.id
Fax : (+675) 325-0265?

Portal Peduli WNI
https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html

Sumber: KBRI Port Moresby

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka