Informasi Perkembangan Penanganan COVID-19 dan Penyesuaian Lintas Batas Singapura
message 2 screen_share 165

Satgas Covid-19 Singapura ( Multi Task Force /MTF) pada tanggal 26 November 2021 mengumumkan adanya penyesuaian kebijakan lintas batas bagi pelaku perjalanan internasional yang akan masuk atau transit ke Singapura.Kebijakan lintas batas dimaksud meliputi penambahan skema VTL, perubahan klasifikasi tingkat resiko negara dan pelarangan masuk bagi pelaku perjalanan internasional. Sejumlah perubahan dimaksud, a.l.: 

 

1. Perluasan skema VTL

  • Singapura akan menerapkan skema VTL dengan Thailand (mulai 14 Desember 2021), Fiji, Kamboja, Turki, Sri Lanka dan Maladewa (mulai 16 Desember 2021).
  • Persyaratan VTL seperti aplikasi vaccinated travel pass (VTP), designated flights , asuransi perjalanan, pre-departure and on-arrival test sama bagi pelaku perjalanan VTL lainnya.
  • Terdapat penambahan kuota VTP total dari 10.000 menjadi 15.000.

2. Reviu dan klasifikasi negara (mulai 1 Desember 2021 pukul 23.59)

  • Dinaikkan menjadi kategori II: Argentina, Kuwait, Meksiko, Mongolia, Moroko, Nepal, Oman, Pakistan, Rumania dan Thailand.
  • Diturunkan menjadi Kategori III: Austria, Belgia, Kroasia, Republik Ceko, Liechtenstein dan Slovakia.
  • Dinaikkan menjadi Kategori III: Belize, Kosta Rika, Kazkhstan, Mauritius, Panama, Peru dan Uruguay.
  • Afrika Selatan dimasukkan dalam kategori IV dari yang sebelumnya kategori II.

3. Pembatasan perjalanan masuk dan transit di Singapura (mulai 27 November 2021 pukul 23.59)

  • Pemerintah Singapura memonitor penyebaran varian baru B.1.1.529 (Omicron) di beberapa Kawasan Afrika.
  • Pelaku perjalanan internasional ( long term visit pass dan short term visit pass ) dengan riwayat perjalanan 14 hari kebelakang dari Afrika Selatan, Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambique, Namibia dan Zimbabwe dilarang masuk dan transit ke Singapura.
  • Kebijakan tersebut juga berlaku bagi para pelaku perjalanan internasional yang sudah mendapatkan ijin masuk ke Singapura sebelumnya.
  • WN Singapura dan pemegang PR dari negara tersebut diwajibkan melakukan karantina 10 hari di fasilitas karantina Pemerintah Singapura.

Berdasarkan perkembangan tersebut, WNI yang melakukan perjalanan ke Singapura diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Untuk informasi lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI untuk menghubungi KBRI Singapura.

Demi pelayanan pelindungan yang lebih baik, Kementerian Luar Negeri juga menghimbau agar teman-teman WNI dapat melakukan Lapor Diri melalui website Portal Peduli WNI dan di KBRI Singapura. 

KEDUTAAN BESAR RI di SINGAPURAAlamat: Kedutaan Besar Republik Indonesia 7 Chatsworth Road, Singapore, 249761
Telepon: (+65) 6737 7422 (Jam Kerja/Office Hours)
Hotline KBRI Singapura: (+65) 9295 3964
Fax: (+65) 6737 5037 / 6235 5783
Website: https://kemlu.go.id/singapore/
Email: singapura.kbri@kemlu.go.idPortal Peduli WNI
https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka