Pemerintah Swedia Mengecualikan Indonesia dari Aturan Larangan Masuk ke Swedia
message 2 screen_share 158

Pada tanggal 25 November 2021, Pemerintah Swedia telah mengamandemen aturan larangan masuk ke Swedia dari beberapa negara di luar Kawasan Uni Eropa. Dengan menggunakan pendekatan residence-based, diputuskan untuk memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara asal penduduk yang dikecualikan dari larangan masuk ke Swedia. Dengan demikian, penduduk yang berdomisili di Indonesia dapat melakukan perjalanan non esensial ke Swedia dengan menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dengan waktu tes maksimal 72 jam sebelum ketibaan dan tanpa kewajiban karantina setibanya di Swedia. Secara umum pembaruan ketentuan pengecualian untuk larangan masuk ke Swedia, a.l.:

  1. Pelaku perjalanan dari Kawasan Nordik (Denmark, Finlandia, Islandia dan Norwegia) dapat memasuki Swedia tanpa dikenakan aturan larangan masuk apapun.
  2. Pelaku perjalanan dari Kawasan Uni Eropa untuk memasuki Swedia wajib menunjukkan EU Digital Covid Certificate (EU DCC) atau sertifikat yang dianggap ekuivalen yang menunjukkan bahwa mereka telah divaksinasi, atau sembuh dari Covid-19 dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir, atau telah dites negatif Covid-19 maksimal 72 jam sebelum ketibaan.
  3. Pelaku perjalanan yang berasal dari negara-negara Georgia, Moldova, Selandia Baru, Serbia, Singapura dan Ukraina dapat memasuki Swedia jika telah divaksinasi penuh dan wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh negara-negara tersebut, serta tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 untuk perjalanan ke Swedia. Berdasarkan keputusan Komisi Eropa, sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh keenam negara tersebut dinilai ekuivalen dengan EU DCC.

Pemerintah Swedia saat ini juga tengah mempertimbangkan penerapan kewajiban penggunaan sertifikat vaksinasi sebagai akses untuk berpartisipasi pada acara-acara publik. Hal tersebut bertujuan membatasi penularan virus Covid-19 di antara orang-orang yang belum divaksinasi melalui pembatasan partisipasi pada acara publik, terutama yang berskala besar. Hanya orang-orang yang telah divaksinasi yang boleh berpartisipasi pada acara-acara publik dengan menunjukkan EU DCC sebagai salah satu syarat akses masuk.

Berdasarkan perkembangan tersebut, WNI yang melakukan perjalanan ke Stockholm diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Untuk informasi lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI untuk menghubungi KBRI Stockholm.  

Demi pelayanan pelindungan yang lebih baik, Kementerian Luar Negeri mengimbau agar teman-teman WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 6 bulan untuk dapat melakukan lapor diri melalui website Portal Peduli WNI dan di KBRI Stockholm. 

 

KEDUTAAN BESAR RI di STOCKHOLM

Alamat: Kungsbroplan 1, 4 fl, (P.O.BOX 130 62) 112 27 Stockholm, Sweden
Telepon: (46-8) 5455-5880(Jam Kerja/Office Hours)
Fax: (46-8) 650-8750Twitter: @IndonesiaInSto
Website: https://stockholm.kemlu.go.id/
Email: stockholm.kbri@kemlu.go.id

Portal Peduli WNI
https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka