Korsel Laporkan 5 (lima) Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron, WNI Harus Tetap Menjaga Protokol Kesehatan
message 2 screen_share 160

Pada tanggal 1 Desember 2021, Pemerintah Korea Selatan melaporkan adanya 5 (lima) kasus pertama Covid-19 varian Omicron di negara tersebut. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pasien terdiri dari pasangan suami-isteri dan satu orang kontak terdekat serta dua orang lainnya yang tidak memiliki keterkaitan. 

Pasangan suami-isteri dimaksud telah menerima vaksinasi lengkap dan sebelumnya melakukan kunjungan ke Nigeria pada 14-23 November 2021. Keduanya terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron pada 25 November 2021. Satu orang yang merupakan kontak dekat keduanya kemudian terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron pada 30 November 2021. Ketiganya tidak menunjukkan gejala signifikan selain sakit pernafasan dan otot. Otoritas Kesehatan saat ini tengah melakukan pemeriksaan genome terhadap anak dari pasangan suami-isteri dimaksud terkait kemungkinan terjangkit virus Covid-19 varian Omicron tersebut. 

Sementara itu, dua orang lainnya yang berdomisili di Provinsi Gyeonggi juga terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron setelah mengunjungi Nigeria. Keduanya diketahui belum mendapatkan vaksinasi dan saat ini tengah dalam perawatan di rumah. 

Pemerintah Korea Selatan saat ini tengah mengantisipasi kemungkinan penyebaran varian Omicron di masyarakat, karena pasien yang terkonfirmasi varian tersebut diketahui tidak melakukan kontak dekat dengan beberapa orang lainnya sebelum dan sesudah terkonfirmasi positif Covid-19. 

Guna meredam penyebaran varian Omicron, Pemerintah Korea Selatan telah melakukan beberapa langkah pengetatan, a.l.:

  1. Seluruh pendatang periode 3-16 Desember 2021 baik WN Korea (WNK) maupun WN asing wajib melakukan karantina 10 hari tanpa melihat status vaksinasi. Sebelumnya Korsel memberlakukan kebijakan bebas karantina bagi orang yang telah divaksinasi lengkap.
  2. Seluruh pendatang yang terkonfirmasi positif Covid-1 akan dites untuk mengecek apakah terjangkit varian Omicron.
  3. Larangan masuk bagi pendatang asal 9 (sembilan) negara Afrika (Nigeria, Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, esotho, Eswatini, Mozambique dan Malawi), kecuali WN Korsel dan WNA pemegang visa tinggal jangka Panjang. WNK dan WNA pemegang visa tinggal jangka Panjang dari negara-negara tersebut wajib menjalankan karantina 10 hari di fasilitas karantina dan menjalankan tes PCR total 4 kali sejak kedatangan.
  4. Menghentikan penerbangan dari dan ke Ethiopea. Penerbangan dibuka hanya untuk repatriasi WN Korea Selatan. 

Dengan adanya kebijakan Pemerintah Korea Selatan yang mewajibkan pendatang dari seluruh negara dengan periode kedatangan 3-16 Desember 2021 untuk melakukan karantina 10 hari, maka Quarantine Exemption Certificate yang telah diterbitkan oleh Kedutaan Besar Korea Selatan ditangguhkan. 

Sejak 1 November 2021, Korea Selatan memberlakukan skema ” living with Covid-19”, berupa pelonggaran beberapa aturan yang diutamakan bagi masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap. Hal ini didorong dengan telah dilakukannya vaksinasi terhadap 70% populasi penduduk.  

Sejak skema tersebut diterapkan, angka kasus Covid-19 di Korea Selatan justru mengalami peningkatan. Angka pertambahan kasus berkisar di atas 3.000 – 5.000 kasus per hari, bahkan sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang pandemi pada 2 Desember 2021, yaitu sebanyak 5.266 kasus. Jumlah pasien kritis dan meninggal dunia juga meningkat, dengan jumlah kematian pada kisaran 30-50 kasus per hari. 

Berdasarkan rencana awal, pada pertengahan Desember 2021 Korea Selatan akan memasuki fase kedua normalisasi kehidupan masyarakat. Namun dengan situasi saat ini, ditambah dengan munculnya kekhawatiran terhadap virus varian Omicron, maka pada tanggal 29 November 2021 Presiden Korea Selatan mengumumkan bahwa negara tersebut akan menunda peralihan ke fase kedua. 

Berdasarkan perkembangan tersebut, WNI yang melakukan perjalanan atau tinggal di Korea Selatan diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat, menghindari kerumunan, tidak bepergian apabila tidak mendesak serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Untuk informasi dan perkembangan lebih lanjut terkait pelindungan WNI selama masa pandemi Covid-19 di Korea Selatan, WNI diimbau untuk dapat menghubungi KBRI Seoul. 

Demi pelayanan pelindungan yang lebih baik, Kementerian Luar Negeri mengimbau agar teman-teman WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 6 bulan untuk dapat melakukan lapor diri melalui website Portal Peduli WNI dan di KBRI Seoul. 

KEDUTAAN BESAR di SEOUL 

Alamat: 380, Yoidaebang-ro, Youngdeungpo-gu, Seoul 150-895, Republik Korea
Telepon: (82-2) 783-5675/7, 783-5371/2
Fax: (82-2) 780-4280
Website: https://kemlu.go.id/seoul
Email: seoul.kbri@kemlu.go.id                           

Portal Peduli WNI
https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html  

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka