Aturan Berkunjung dalam Masa Fase Endemi di Brunei Darussalam
message 2 screen_share 183

Sejak tanggal 7 Agustus 2021, Pemerintah Brunei Darussalam menetapkan kebijakan larangan kegiatan masyarakat sebagai reaksi atas pandemi Covid19 gelombang kedua yang melanda Brunei terutama dengan penyebaran virus varian Delta. Seiring keberhasilan Brunei meredam lonjakan kasus Covid19 pada pandemi gelombang kedua tersebut serta keberhasilan pencapaian vaksinasi nasional penduduk Brunei yang melebihi target 80% di akhir tahun 2021, sejak 15 Desember 2021 sampai 14 Januari 2022 Pemerintah Brunei menetapkan sebagai Fase Pre-Endemi Covid19. Guna menyiapkan Fase Endemi Covid19 di Brunei, Pemerintah Brunei mengeluarkan pedoman aturan masuk/berkunjung ke Brunei melalui jalur udara pada Fase Awal Endemi (early endemic phase). Aturan tersebut akan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2022. Pedoman tersebut mengatur syarat-syarat berkunjung dengan pesawat ke Brunei mulai tanggal 1 Januari 2022 untuk tiga kategori pengunjung:

  1. Kunjungan dari negara-negara Daftar Hijau (travel green list country/region);
  2. Kunjungan dari negara-negara yang tidak termasuk Daftar Hijau;
  3. Kunjungan dari pengunjung yang belum mendapatkan vaksin.

Saat ini negara-negara yang ditetapkan dalam daftar Negara Hijau (Travel GL Country) oleh Brunei adalah: Australia, China (termasuk Hong Kong, Macau, Taiwan); Singapura. Aturan untuk pengunjung dari Travel GL Country:

  1. Ketika akan berkunjung ke Brunei tidak memerlukan Entry Travel Pass (ETP), mereka dapat berkunjung normal seperti sebelum pandemi Covid19. Namun pengunjung tersebut harus tinggal paling sedikit 14 hari di negara GL sebelum berangkat ke Brunei.
  2. Harus sudah mendapatkan vaksinasi lengkap.
  3. Sebelum berangkat harus menjalani pemeriksaan PCR Test tidak melebihi 48 jam ketika sampai di Brunei dan harus menjalani tes antigen (ART) tidak melebihi 24 jam ketika tiba di Brunei.
  4. Harus sudah membayar biaya PCR test sebesar BND 100 (sekitar 1 juta rupiah) untuk biaya PCR test ketika tiba di airport di Brunei.
  5. Harus sudah mengunduh aplikasi Bruhealth.
  6. Untuk kunjungan singkat (kurang dari 90 hari) setiap pengunjung harus membeli Travel Medical Insurance yang juga mencakup perawatan Covid19 dengan niali tanggungan minimal BND 50.000 (sekitar 50 juta rupiah) dari perusahaan asuransi di Brunei.
  7. Warga asing yang berkunjung untuk tujuan bekerja, belajar atau kunjungan keluarga harus membeli paket asuransi yang terkait dengan persyaratan untuk mendapatkan visa terkait.
  8. Harus menjalani isolasi diri ataupun karantina di hotel sampai hasil negatif PCR Test diperoleh.
  9. Harus menjalani 3 kali ART tambahan selama 3 hari berturut-turut dengan biaya ditanggung sendiri.

Pedoman kunjungan dari Non-GL Country

  1. Warga Brunei dan Permanent Residents Brunei dari non-GEL Country dapat masuk kembali ke Brunei dan tidak diwajibkan mendapatkan ETP untuk masuk ke Brunei.
  2. Warga asing yang berangkat dari non-GL country wajib mendapatkan ETP terlebih dahulu.
  3. Warga asing dapat terbang dan berkunjung ke Brunei dari non-GL country hanya untuk kunjungan essential saja.
  4. Setiap pengunjung sebelum berangkat harus menjalani pemeriksaan PCR Test tidak melebihi 48 jam ketika sampai di Brunei dan harus menjalani test antigen (ART) tidak melebihi 24 jam ketika tiba di Brunei.
  5. Harus sudah membayar biaya PCR Test sebesar BND100 (sekitar 1 juta rupiah) untuk biaya PCR Test ketika tiba di airport di Brunei.
  6. Harus sudah mengunduh aplikasi Bruhealth.
  7. Untuk kunjungan singkat (kurang dari 90 hari) setiap pengunjung harus membeli travel medical insurance yang juga mencakup perawatan Covid19 dengan nilai tanggungan minimal BND 50.000 (sekitar 500 juta rupiah) dari perusahaan asuransi di Brunei.
  8. Warga asing yang berkunjung untuk tujuan bekerja, belajar atau kunjungan keluarga harus membeli paket asuransi yang terkait dengan persyaratan untuk mendapatkan visa terkait.
  9. Pengunjung harus segera menjalani ART ketika tidak di bandara Brunei.
  10. Pengunjung harus menjalani isolasi mandiri wajib di rumah atau di hotel.
  11. Pengunjung harus tetap tinggal di rumah atau akomodasi hotel smapail hasil negatif PCR test diterima setelah 5 hari karantina.

Pedoman bagi pengunjung yang belum vaksin

  1. Warga Brunei dan Permanent Residents Brunei yang belum mendapatkan vaksin Covid19 diperbolehkan untuk kembali ke Brunei dan tidka diwajibkan harus mendapatkan ETP terlebih dahulu.
  2. Warga asing yang belum mendapatkan vaksin tidak boleh berkunjung ke Brunei. Namun, dengan pengecualian medis mereka dapat dipertimbangkan berkunjung ke Brunei namun harus mendapatkan ETP terlebih dahulu dari Kantor Perdana Menteri.
  3. Pengunjung sebelum berangkat harus menjalani PCR Test tidak melebihi 48 jam ketika sampai di Brunei dan harus menjalani tes antigen (ART) tidak melebihi 24 jam ketika tiba di Brunei.
  4. Harus sudah membayar biaya PCR Test untuk biaya PCR Test ketika tiba di airport di Brunei.
  5. Harus sudah mengunduh aplikasi Bruhealth.
  6. Untuk kunjungan singkat (kurang dari 90 hari) setiap pengunjung harus membeli Travel Medical Insurance yang juga mencakup perawatan Covid19 dengan nilai tanggungan minimal BND 50.000 (sekitar 500 juta rupiah) dari perusahaan asuransi di Brunei.
  7. Warga asing yang berkunjung untuk tujuan bekerja, belajar atau kunjungan keluarga harus membeli paket asuransi yang terkait dengan persyaratan untuk mendapatkan visa terkait.
  8. Menjalani ART ketika tiba di airport Brunei.
  9. Menjalani isolasi diri wajib selama 10 hari.

Berdasarkan perkembangan tersebut, WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Untuk informasi lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI untuk menghubungi Perwakilan RI terdekat. 

Demi pelayanan pelindungan yang lebih baik, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 6 (enam) bulan agar dapat melakukan Lapor Diri melalui website Portal Peduli WNI dan di KBRI Bandar Seri Begawan. 

KEDUTAAN BESAR RI di BANDAR SERI BEGAWAN, BRUNEI DARUSSALAM

Alamat: Simpang 336-43, Jalan Kebangsaan, Kampung Kawasan Diplomatik, Mukim Kianggeh, Brunei Muara, BS8111, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam
Telepon: +673 233 0180; Hotline: +673 710 9542; Fax: +673 233 0646; 238 2489; Twitter: @IndonesiaInBSB
Website: https://www.kemlu.go.id/bandarseribegawan
Email: bsbegawan.kbri@kemlu.go.id atau kbribsb@brunet.bn 

Portal Peduli WNI
https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html

Sumber foto: Warta Ekonomi

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka