IMBAUAN TERKAIT PERKEMBANGAN VARIAN OMICRON DI INGGRIS RAYA
message 2 screen_share 183

[Update per 291221] 

Inggris khususnya London saat ini menjadi epicenter penyebaran varian Omicron, meskipun Pemerintah telah aktivasi ‘Plan B’ termasuk wajib masker indoor, anjuran WFH, dan aturan menunjukkan Covid Pass/ bukti vaksinasi penuh yang dimulai pada 15 Desember 2021.

Lebih dari 90% kasus positif COVID-19 adalah merupakan varian Omicron, dengan total  kasus Omicron harian sebanyak 39.923, sehingga membukukan total 210.122 kasus varian Omicron di Inggris.

Sampai dengan 29 Desember 2021, kasus positif harian untuk Inggris tercatat cenderung meningkat. berkisar antara 120ribu-130ribu dengan total keseluruhan 12.338.676 kasus positif. Hal ini tetap terjadi meskipun sudah lebih dari 82% penduduk Inggris telah menerima vaksinasi penuh dan hampir 60% telah mendapatkan booster.

Sementara itu jumlah kisaran kasus positif harian di Irlandia berkisar antara 7000-9000 kasus, sehingga total menjadi 731.467 kasus positif, meski tercatat 70% penduduk Irlandia telah menerima vaksin penuh dan hampir 50% telah mendapatkan booster.Kenaikan kasus positif COVID-19 juga terlihat dari meningkatnya WNI yang terpapar, terlihat dari lonjakan 7 (tujuh) kasus positif pada 10 Desember 2021 menjadi 99 kasus positif pada 29 Desember 2021.

Menanggapi pelonjakan angka infeksi dimaksud serta guna menekan resiko penyebaran varian Omicron, Pemerintah Indonesia telah melarang masuknya Pelaku Perjalanan Internasional ke Wilayah Indonesia bagi yang mempunyai riwayat perjalanan mengunjungi 13 negara, termasuk di antaranya Inggris (SE Satgas COVID-19 No. 26/2021 tanggal 25 Desember 2021). 

KBRI London mengimbau WNI yang berada di wilayah akreditasi KBRI London untuk senantiasa mengikuti perkembangan terkait kebijakan Pemerintah Inggris pada masa pandemi, serta mematuhi dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

Dalam kondisi darurat Anda dapat menghubungi emergency hotline KBRI London di nomor  +44 7425648007 dan +44 7795105477 atau menekan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel. *** 

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka