Perkembangan Penanganan Covid-19 di Australia
message 2 screen_share 185

Seiring dengan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron yang terjadi di Australia dan dunia, pada tanggal 22 Desember 2021 Perdana Menteri (PM) Scott Morrison telah menyelenggarakan Pertemuan Kabinet Nasional Australia (KNA)  di luar jadual. Adapun hasil pembahasan pertemuan tersebut antara lain: 

Omicron

  1. KNA menerima penjelasan dari Chief Medical Officer (CMO) tentang perkembangan jenis Omicron yang kini dianggap sebagai strain tantangan berikutnya yang perlu dihadapi oleh Australia. Adapun beberapa hal yang dijelaskan antara lain: (a) Berdasarkan hasil pemantauan di Australia dan internasional, Omicron memiliki perkiraan waktu penggandaan 2-3 hari dan jumlah kasus diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam periode waktu yang singkat. (b) Meskipun Omicron menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, belum terdapat kepastian apakah disebabkan oleh transmissibility yang lebih tinggi daripada varian Delta atau terutama karena didorong oleh pelepasan kekebalan. (c) Indikasi awal berdasarkan data dari rumah sakit menunjukkan bahwa Omicron bisa tidak separah varian Delta dan varian lainnya. (d) KNA setuju bahwa untuk sementara ini tidak ada negara bagian dan territories yang berkeinginan untuk menerapkan lockdown .
  2. Omicron – tanggapan tindakan sosial kesehatan masyarakat. KNA mencatat saran dari Australian health Protection Principal Committee (AHPPC) tentang respons kesehatan masyarakat terhadap varian Omicron yang mencakup rekomendasi kuat untuk penggunaan masker di dalam ruangan.
  3. Vaksin Boosters
  • KNA menerima update dari Coordinator General of Operation Covid Shield terkait program vaksin Covid-19 Australia.
  • Mencatat rekomendasi the Australian technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI) agar vaksin booster diberikan kepada semua orang berusia 18 tahun ke atas dan telah mendapatkan vaksin primer (kedua) lebih dari lima bulan. Vaksin booster adalah pilar utama dalam respon Australia terhadap Covid-19 dan memainkan peran sentral dalam membatasi perkembangan wabah Omicron.
  • Menyepakati bahwa keputusan untuk mengubah interval mendapatkan booster adalah keputusan dari ATAGI. Tentang kelompok yang sementara ini perlu menjadi prioritas.
  • Menyetujui untuk meningkatkan kapasitas distribusi secara signifikan dengan tujuan mencapai tingkat vaksinasi harian yang tinggi di Australia.
  • Negara bagian dan territories berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas klinik yang dikelolanya ke tingkat puncak sebelumnnya selama program vaksinasi.
  • Pemerintah Federal Australia (PFA) memperkenalkan pembayaran insentif booster  sebesar AUD 10 yang akan diberikan dengan Batasan waktu untuk penyedia perawatan primer, termasuk praktif dokter umum, layanan kesehatan yang dikendalikan komunitas Aborigin, apotek komunitas dan klinik vaksinasi yang dikelola PFA. Pembayaran insentif booster dimulai 23 Desember 2021 dan berakhir pada 30 Juni 2022.

       4. test, trace, isolate dan quarantine (TTIQ)

  • KNA setuju perlunya definisi yang konsisten untuk close dan casual contact di seluruh Australia. Mengingat meningkatnya jumlah kasus Omicron, definisi dan pengaturan saat ini menjadi kurang berguna untuk menerapkan test, trace, isolate dan quarantine (TTIQ) yang efektif, yang dapat menghalangi orang untuk check-in dan membutuhkan terlalu banyak tenaga kerja untuk diisolasi.
  • Menyetujui agar chief medical officer berkonsultasi dengan AHPPC untuk mendapatkan definisi yang konsisten dari close dan casual contact pada pertemuan KNA berikutnya termasuk apakah hanya close contact terbatas yang diperlukan untuk melakukan tes PCR dan isolasi rumah.
  • Mencatat bahwa peran system QR akan berubah dalam konteks beban kasus yang tingi, dengan focus yang lebih beasr pada penggunaan system QR untuk memberikan informasi kepada orang-orang tentang situasi Covid-19 di tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi.
  • Menyetujui bahwa chief medical officer , berkonsultasi dengan AHPPC akan ditugaskan untuk memberikan saran yang konsisten tentang prioritas pengujian, termasuk mempertimbangkan penghapusan persyaratan pengujian untuk perjalalanan dan penggunaan rapid antigen tests (RAT) untuk perjalanan.
  • Mencatat bahwa KNA akan memperluas penggunaan RAT di fasilitas perawatan lansia perumahan dan perawatan restorative jangka pendek (layanan perawatan lansia) di wilayah dengna prevalensi tinggi Covid-19, sebagaimana didefinisikan oleh Communicable Disease Network of Australia (CDNA). RAT akan diberikan untuk penyaringan pekerja dan siapa saja yang perlu memasuki layanan termasuk anggota keluarga, ketika ada wabah untuk melindungi populasi yang rentan ini. 

Pada tanggal 22 Desember 2021, AHPPC mengeluarkan pernyataan tentang implikasi kesehatan masyarakat dari varian Omicron dan opsi respon sementara untuk penanganannya. Adapun pernyataannya sebagai berikut:

  1. Antisipasi bahwa Omicron akan menjadi varian dominan di Australia. Di lain pihak masih terdapat transmisi komunitas yang cukup besar dari varian Delta. Adapun dampak gabungan dari penyebaran varian Delta dan Omicron dapat menyebabkan peningkatan tuntutan pada sistem kesehatan termasuk perawatan primer. Dampak tertentu lebih mungkin terjadi di lingkungan yang sensitive seperti perawatan lansia, perawatan disabilitas, fasilitas permasyarakatan , komunitas yang beragam secara budaya dan Bahasa, serta komunitas Aborigin dan Penduduk Selat Torres yang terpencil.
  2. Setelah mempertimbangkan konteks saat ini dnegan kebutuhan untuk menunggu bukti lebih lanjut mengenai dampak Omicron, AHPPC telah menyetujui beberapa opsi tanggapan sementara (jangka pendek dan menengah): a) Merekomendasikan penggunaan masker dalam ruangan.b)    Meningkatkan cakupan vaksinasi termasuk booster . c)    Mempertahankan test, trace, isolate dan quarantine (TTIQ). d) Menyesuaikan larangan perjalanan internasional saat ini. e) Mengembangkan strategi khusus untuk melindungi lingkungan dan individu yang rentan. 

Pada tanggal 15 Desember 2021, Pemerintah Federal Australia tlah mengumumkan perubahan ketentuan keimigrasian yang mencakup, antara lain: 

  1. Para pelaku perjalanan internasional yang telah mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid-19 yang asuk dari 8 negara yang menjadi perhatian yakni Afrika Selatan, Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambik, Namibia dan Zimbabwe tidak peru melaksanakan karantina 14 hari ada saat ketibaan. Adapun para pelaku perjalanan internasional dari 8 negara yang menjadi perhatian tersebut, kini bersama dengan pelaku perjalanan internasional lainnya yang tiba di negara bagian/territory New South Wales, Victoria dan Canberra diisyaratkan untuk melakukan isolasi mandiri sambil menunggu tes PCR pertama (minimal 24 jam) dan kemudian melaksanakan tes PCR hari ke-6 setelah ketibaan di Australia.
  2. Mulai tanggal 15 Desember 2021, perbatasan Australia telah dibuka bagi pemilik visa temporary work subclass 403 yang tidak perlu melakukan pengajuan travel exemption yang mencakup: Domestic worker (diplomatic and consular team); Foreign government agency stream; Government agreement stream; Privileges and immunities stream; Seasonal worker program stream; Pacific labour scheme.
  3. Pembukaan kembali international safe travel zones terhadap warga negara Jepang dan Korea Selatan yang telah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19 yang melakukan perjalanan dari masing-masing negara.
  4. Pengaturan bebas karantina bagi warga negara Singapura yang telah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19 masih tetap berlaku.

Berdasarkan perkembangan tersebut, WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Untuk informasi lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI untuk menghubungi Perwakilan RI terdekat. 

Demi pelayanan pelindungan yang lebih baik, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 6 (enam) bulan agar dapat melakukan Lapor Diri melalui website Portal Peduli WNI dan di Perwakilan RI terdekat. 

KEDUTAAN BESAR RI di CANBERRA

Alamat: Embassy of the Republic of Indonesia Address: 8 Darwin Avenue, Yarralumla Canberra, ACT 2600 Australia Telepon: +61262508600 Fax: +61262733545, +61262736017 Twitter: @INAEmbAUS Website: www.kemlu.go.id/canberra Email:  canberra.kbri@kemlu.go.id  

KONSULAT JENDERAL RI di SYDNEY

Alamat: Konsulat Jenderal Republik Indonesia, 236-238 Maroubra Road, Maroubra New South Wales (NSW) 2035, Sydney, Australia Telepon: +61-2-9314 0872 Fax: +61 2 9349 6854 Twitter: @IndonesiaInSyd Website:  https://www.kemlu.go.id/sydney/id/ Email:  consular.sydney@kemlu.go.id ; visa.sydney@kemlu.go.id ; paspor.sydney@kemlu.go.id ; info.sydney@kemlu.go.id  

KONSULAT JENDERAL RI di PERTH

Alamat: 134 Adelaide Terrace, East Perth, WA, 6004, Australia Telepon: (61-8)9221 5858 Fax: (61-8)9221 5688 Twitter: @IndonesiaInSyd Website:  https://kemlu.go.id/perth/id/ Email:  perth.kjri@kemlu.go.id  

KONSULAT JENDERAL RI di MELBOURNE

Alamat: 72 Queens Road, Melbourne VIC 3004 (Entrance From 72 Queens Lane) Telepon: +61 3 9525 2755 Fax: +61 3 9525 1588Twitter: @KJRIMelbourne Website:  https://kemlu.go.id/melbourne/ Email:  konsuler.melbourne@kemlu.go.id ; ekonomi.melbourne@kemlu.go.id ; pensosbud.melbourne@kemlu.go.id  

KONSULAT JENDERAL RI di DARWIN

Alamat: 20 Harry Chan Avenue - Darwin N.T. 0800 Postal Address: GPO BOX 1953, Darwin N.T. 0801 Telepon: +61 (08) 8943 0200 Fax: +61 (08) 8941 2709Twitter: @INAinDarwin Website: www.kemlu.go.id/darwin Email:  darwin.kri@kemlu.go.id  

Portal Peduli WNI https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html  

Sumber foto: cnbc Indonesia

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka