Varian Omicron Mendominasi Penyebaran Kasus Covid-19 di Belanda
message 2 screen_share 152

RIVM (Lembaga kesehatan publik Belanda) telah menyatakan varian Omicron sebagai varian dominan penyebaran kasus Covid-19 di Belanda mengingat bahwa Iebih dan 50% kasus baru di Belanda disebabkan oleh varian Omicron. 

Secara khusus di wilayah Amsterdam dan sekitarnya, sekitar 80% dari kasus baru Covid19 merupakan varian Omicron. Data pada 15 Desember 2021, varian Omicron masih berada pada kisaran 25% dari kasus baru Covid-19. Jumlah kasus di Amsterdam merupakan yang tertinggi di Belanda sejak pertengahan Desember 2021. Berdasarkan data yang diambil 28-29 Desember 2021, jumlah kasus baru Covid-19 mencapai 1.046 kasus dalam 24 jam. ebagai perbandingan dalam waktu periode yang sama, jumlah kasus baru kedua dan ketiga tertinggi di Belanda adalab Rotterdam: 597 kasus, dan Den Haag: 561 kasus. 

Secara umum, kasus Covid-19 di Belanda menurun dalam 2 minggu terakhir. Pada periode 21-28 Desember 2021, total jumlah kasus baru adalah 84.398, turun 11% dari minggu sebelumnya yang mencapai 94.864 kasus. Jumlah pasien Covid-1 9 di runiah sakit 1.063, turun 26% dari minggu sebelumnya yang berjumlah 1.430 pasien. 

Penurunan jumlah kasus tersebut dipandang RIVM sebagai levelling off dari kasus Covid19 varian Delta dan kebijakan hard lockdown yang diterapkan sejak 18 Desember 2021. Namun demikian, melihat trend di Amsterdam di mana 80% kasus baru merupakan varian Omicron, RIVM memprediksi akan terjadi kenaikan kasus di awal tahun 2022 yang dapat menekan kapasitas rumah sakit. Perkembangan langkah-Iangkah penanganan Covid-19 Pemerintah Belanda hingga akhir Desember 2021, sebagai berikut: 

  1. Kebijakan Hard Lockdown masih diberlakukan hingga 14 Januari 2022. Terdapat kemungkirian perpanjangan penutupan sekolah (menjadi belajar online) yang seharusnya memulai pembelajaran offline pada 10 Januari 2022.
  2. Hingga 26 Desember 2021, vaksinasi booster sudah diberikan kepada 2,6 juta dan telah masuk kepada kebmpok umur 40-60 tahun. Pemerintah merencanakan untuk memberikan tambahan vaksinasi booster di tahun 2022 dan 2023 setelah booster pertama selesai dilakukan.
  3. Larangan penerbangan (flight ban) bagi penumpang dari sejumlah negara kawasan Afrika Bagian Selatan (Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambique, Namibia, Zimbabwe, Afrika Selatan) telah dicabut pada 24 Desember 2021. Namun, negara-negara tersebut dikategorikan sebagai very high risk area with a coronavirus variant of concern, dengan ketentuan pembatasan masuk ke Belanda (EU Entry Ban) dan wajib karantina jika dapat masuk ke Belanda.
  4. Mulal tanggal 30 Desember 2021, Pemerintah Belanda juga telah memasukkan AS ke dalam very high risk area, sehingga pelaku perjalanan dari AS dikenal pembatasan masuk dan kewajiban untuk karantina.

Berdasarkan perkembangan tersebut, WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yang ketat serta senantiasa mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara setempat. Untuk informasi lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI untuk menghubungi Perwakilan RI terdekat. 

Demi pelayanan pelindungan yang lebih baik, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar teman-teman WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 6 (enam) bulan agar dapat melakukan Lapor Diri melalui website Portal Peduli WNI dan di Perwakilan RI terdekat. 

KEDUTAAN BESAR RI di Den Haag

Alamat: Tobias Asserlaan 8, 2517 KC - Den Haag, Belanda Telepon: (31-70) 310-8100Fax: +31(070) 3643 331 Twitter: @kbridenhaag Website:  https://kemlu.go.id/thehague Email:  embassy@indonesia.nl ; denhaag.kbri@kemlu.go.id  

Portal Peduli WNI

https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html

Sumber foto: Aljazeera

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka