Penerapan Status Quasi-Emergency bagi Tokyo dan Sejumlah Wilayah Lainnya
message 2 screen_share 849

Pada 19 Januari 2022, PM Kishida Fumio mengumumkan kebijakan perluasan wilayah yang menerapkan Status Quasi-Emergency menjadi 16 Prefektur, dimana sebelumnya hanya 3 Prefektur: Hiroshima, Yamaguchi dan Okinawa. 13 Prefektur tambahan, yaitu Tokyo, Saitama, Chiba, Kanagawa, Gunma, Niigata, Aichi, Gifu, Mie, Kagawa, Miyazaki, Nagasaki dan Kumamoto. Perluasan tersebut berlaku sejak 21 Januari 2022 hingga 13 Februari 2022.

 

Dengan diberlakukannya Quasi-Emergency, Gubernur di Prefektur tersebut dapat memberlakukan pengetatan protokol kesehatan dalam skala tertentu. Secara umum, pengetatan protokol kesehatan meliputi pembatasan jam operasional restoran, pembatasan jumlah orang yang dapat makan bersama hingga pembatasan jumlah peserta dalam kegiatan besar.

 

Pemberlakuan Quasi-Emergency salah satunya dikarenakan jumlah kasus baru COVID-19, termasuk varian Omicron yang terus meningkat. Pada 19 Januari 2022, tercatat kasus baru nasional mencapai 41.485 kasus dan kasus di Tokyo mencapai 7.377. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan puncak kasus harian di bulan Agustus 2021, di tengah gelombang kelima Jepang dan State of Emergency (SoE) keempat.

 

Seluruh WNI di wilayah-wilayah yang masuk dalam status Quasi-Emergency diimbau terus mengikuti peraturan dan imbauan masing-masing pemerintah setempat.

Share on :


yudhi tio

terimakasih infonya gan


prasma prasma

terimakasih infonya kaka